Mencapai Tujuan Keuangan Tidak Selalu Alat Ukurnya Adalah Uang. Lalu Apa ???

Oleh : Taufik Hidayat
Founder QIF (Quantum Islamic Financial)

Download E-Book Gratis

Apa Tujuan Keuangan Anda ? ketika ditanya hal tersebut, mayoritas orang akan menjawab : Untuk membeli rumah, Berlibur, Keliling Dunia, Membeli Kendaraan, Umrah, Pergi Haji, Pendidikan untuk Anak, Investasi, Untuk Modal Usaha, Untuk Masa Pensiun dihari tua, Untuk Dana Darurat, Untuk Membayar Asuransi, Untuk Melunasi Hutang KPR, Untuk Melunasi Hutang Leasing, dan sebagainya.

 

Banyak sekali ya tujuan keuangan seseorang. Hehe…

ketika anda belajar perencanaan keuangan keluarga tentang tujuan keuangan. biasanya cara untuk mencapai tujuan keuangan selalu disandingkan dengan kendaraan untuk mencapainya yaitu investasi. Ketika anda ingin mencapai tujuan keuangan jangka pendek, maka investasi yang tepat deposito, reksadana pasar uang. Ketika anda ingin mencapai tujuan keuangan jangka menengah, maka investasi yang tepat reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran. Ketika anda ingin mencapai tujuan keuangan jangka panjang maka investasi yang tepat reksadana saham, emas. dan investasi lainnya. atau dengan asumsi investasi yang bisa menghasilkan return diatas inflasi.

 

Terkadang dalam hidup tidak sesuai dengan perencanaan yang telah kita buat. Contoh, tujuan keuangan anda tahun depan  ingin berlibur maka anda setiap bulan menabung. Lalu baru berjalan 5 bulan tabungannya, ada kebutuhan mendesak. Maka uang tabungan yang tadinya untuk jalan-jalan di ambil untuk kebutuhan mendesak. Terkadang bukan untuk kebutuhan mendesak, bisa juga terjadi perubahan tujuan keuangan. Contohnya, anda menabung untuk tujuan jalan-jalan tahun depan, lalu tabunganya di pakai untuk tujuan keuangan lainnya, tidak mendesak tapi mengganti prioritas.

 

Realita dilapangan seperti itu. Jadi memang tidak mudah merencanakan keuangan untuk mencapai tujuan keuangan dengan kendaraan investasi yang telah dibuat . Butuh komitmen dan konsistensi serta patuh terhadap perencanaanya. Lalu bagaimana keluarga muslim menyikapi hal tersebut? Apakah harus konsisten terhadap tujuan keuangan yang telah dibuat? Atau mengubah tujuan keuangan kapanpun dengan melihat situasi dan kondisi?

 

Tentunya, konsisten ataupun tidak konsisten tidak jadi masalah intinya fleksibel. Yang menjadi fokus utama keluarga muslim ketika membuat tujuan keuangan dan menjalankan ikhtiar tujuan keuangan yang sudah dibuat, harus berdasarkan Ketaatan. Indikatornya adalah Taat. Taat kepada Allah SWT. Taat dalam rangka menjaga amanah uang dan harta yang Allah berikan kepada kita. Salah satu amanahnya adalah membuat tujuan keuangan dan tujuan keuangannya harus berdampak kepada nilai manfaat kebaikan dunia dan akhirat. Jika tujuan keuangannya tidak berdampak kepada kebaikan dunia dan akhirat maka inilah yang harus diubah.

 

Terkait dengan konsisten atau tidaknya dalam menjalankan ikhtiar mencapai tujuan keuangan, tidak jadi masalah. Karena ikhtiar dalam mencapai tujuan keuangan tidak selalu alat ukurnya adalah uang. Contoh: tujuan keuangan anda 2 tahun lagi adalah Umrah. Biaya Umrah sekitar 25Juta. Maka untuk mencapai tujuan keuangan Umrah, setiap bulan anda harus menabung/deposito sebesar 1Jutaan/bulan. Dan harus konsisten setiap bulan sampai dua tahun sehingga terkumpul 25Juta.

 

Realitanya dalam kehidupan terkadang tidak sepeti itu. Bisa jadi 1 tahun kemudian berangkat Umrah. Hal ini berarti, ikhtiar yang dilakukan gak konsisten dong dengan tujuan yang sudah dibuat? Apakah ini masalah? Ya tidak masalah! Toh Allah memberangkatkan lebih cepat. Bahkan tidak harus dengan cara menabung perbulan 1Jutaan. Cukup sedekah setiap hari 10.000 saja. Tahun depan anda sudah bisa Umrah.

 

Nah, baru tersadar kan? Hehe… jadi kesimpulannya, dalam mencapai tujuan keuangan anda, tidak selalu alat ukurnya adalah Uang. Tapi alat ukurnya adalah Ketaatan.

 

Bukan berarti tulisan saya menafikan ikhtiar dengan cara menabung atau investasi, TIDAK. Tapi tulisan ini lebih menekankan titik ketaatan. Keyakinan kita untuk menghadirkan ALLAH di setiap gerak usaha dan aktivitas kita.

 

Ikhtiar menabung dan investasi tetap dijalankan dalam mencapai tujuan keuangan. Akan tetapi yang lebih utama adalah mengiringinya dengan ketaqwaan.

 

Allahua’lambishshowab

 

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *