Masalah Keuangan ? Ujian ataukah Azab?

 

Oleh : Taufik Hidayat
Founder QIF (Quantum Islamic Financial)

Download E-Book Gratis

 

Setiap Individu ataupun keluarga pasti pernah mengalami permasalahan keuangan. Karena permasalahan keuangan bagian dari permasalahan hidup. Robert T. Kiyosaki mengatakan bahwa permasalahan keuangan di dunia ini dibagi menjadi dua macam yaitu masalah karena kekurangan uang dan masalah karena kelebihan uang. Orang kaya dan orang miskin juga sama-sama memiliki masalah keuangan.

 

Permasalahan keuangan biasanya timbul dari dua faktor yaitu faktor tersendatnya pemasukan dan faktor pengeluaran yang tidak terkontrol. Sehingga proses arus kas (cashflow) berhenti ataupun bergerak tidak tau arah. Arti kata Arus dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah gerak air yang mengalir atau aliran. Secara logika, Arus itu kan bergerak. Sehingga jika arus kasnya tidak bergerak, ada masalah ataupun arusnya tidak terkontrol, maka akan terjadi Error.

 

Penyebabnya macam-macam. Kalau tersendatnya dari faktor pemasukan biasanya karena faktor berhenti bekerja, usahanya bangkrut atau pendapatan tidak dapat mencukupi kebutuhan. Sedangkan dari faktor pengeluaran kas, biasanya karena terlilit hutang, lifesyle gaya hidup yang berlebihan atau lebih mengutamakan keinginan daripada kebutuhan.

 

Dari permasalahan keuangan tersebut yang menjadi pertanyaan besar buat kita adalah, Apakah masalah keuangan yang kita alami masuk kategori Ujian ataukah Azab?

 

Ujian dan Azab adalah dua hal yang berbeda. Ujian berlaku untuk mereka yang beriman. Gunanya untuk menaikkan derajat keimanan seseorang. Sedangkan Azab berlaku untuk mereka yang mengingkari Allah. Mengingkari aturan main Al-quran dan Al-hadits.

 

Nah, sekarang coba anda jawab masing-masing. Permasalahan keuangan yang sedang anda alami masuk kategori Ujian ataukah Azab? Hayooo… Bisa jadi Ujian, bisa jadi Azab. Sesuai dengan ciri-ciri umum di atas, Saya yakin anda pasti bisa menjawabnya masing-masing.

 

Sekarang saya akan menjelaskan ciri-ciri secara spesifik tentang permasalahan keuangan sumbernya dari ujian ataukah azab.

 

Permasalahan Keuangan Yang Sumbernya Dari Ujian.

Contoh: Ketika seseorang mempunyai sumber penghasilan dari yang halal dan thoyib, pengeluarannya digunakan untuk membayar zakat, sedekah, untuk menuntut ilmu yang bermanfaat, investasi sesuai syariah, membayar hutang tepat waktu serta belanja untuk kebutuhan sehari-hari sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan. Ketika seseorang sudah menjalankan pos pemasukan dan pos pengeluaran dengan ciri-ciri tersebut, jika dia mengalami permasalahan keuangan. Maka saat itu ia masuk kategori mendapatkan Ujian. Ujian agar ia lebih berusaha dan berikhtiar lebih keras lagi. Ujian yang Allah berikan untuk menaikkan derajatnya, ujian yang Allah berikan untuk meningkatkan income dan assetnya.

 

Permasalahan Keuangan Yang Sumbernya Dari Azab.

Contoh: Ketika seseorang mempunyai sumber penghasilan dari yang haram, pengeluarannya tidak digunakan untuk membayar zakat dan  sedekah, pengeluarannya untuk investasi yang sifatnya haram, untuk berjudi, untuk main perempuan, untuk membiayai usaha yang haram, bermain dengan riba, lebih mengutamakan keinginannya, berfoya-foya atau mengeluarkan uang yang tidak ada manfaatnya. Sehingga saat dia mengalami permasalahan keuangan maka masuk dalam kategori Azab.

 

Tidak ada kesia-siaan dari segala sesuatu yang Allah ciptakan dan berikan kepada kita di muka bumi ini. Semua pasti ada hikmah dan manfaat yang akan Allah berikan kepada kita. Termasuk Ujian dan Azab dalam permasalahan keuangan.  Pada dasarnya Ujian dan Azab adalah untuk mengingatkan kepada kita. Agar kita kembali ke aturan main yang sesungguhnya. Yaitu mengelola keuangan harus berdasarkan aturan Allah yang bersumber dari Al-quran dan Hadist. Hal ini inilah yang yang disampaikan dalam Workshop Quantum Islamic Financial (QIF) “Manajemen Pengelolaan Harta Keluarga Muslim”.

 

Allah pasti mencintai setiap Hamba-Nya. Tapi apakah kita sebagai Hamba sudah mencintai-Nya dengan sungguh-sungguh? karena seringkali kita lalai dalam mengingat Allah. Maka Allah sesungguhnya sedang menegur kita untuk kembali pada-Nya. Dengan cara memberikan kita Ujian atau Azab agar kita kembali kepada-Nya dan agar kita kembali mengingat-Nya. Karena kita tahu, bahwa sebagai hamba kita terkadang melupakan-Nya saat dalam keadaan senang. Sedangkan akan kembali mengingat-Nya saat kita sedang di rundung masalah atapun sedang ditimpa musibah. Itulah mengapa Allah memberikan musibah kepada kita. Karena Allah rindu pada kita dan Dia tidak ingin melihat Hamba-Nya kembali ke pelukan-Nya.

Allahua’lambishshowab.

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *