Berapapun Penghasilan Anda, Inilah Persentasenya

Oleh : Taufik Hidayat
Founder QIF (Quantum Islamic Financial)

Download E-Book Gratis

Banyak diantara kita yang mengeluh ketika penghasilannya mulai meningkat maka pengeluarannya pun mulai meningkat. Apakah hal seperti itu wajar ??

Jawabnya tergantung. Kenapa saya bilang tergantung? Tergantung kemana uang anda distribusikan. Kalau pengeluaran uang anda meningkat pada alokasi untuk meningkatkan gaya hidup/lifestyle anda maka ini yang gak wajar. Kalau pengeluaran uang anda meningkat untuk hutang Kartu Kredit atau limit kartu kreditnya ditingkatkan nah ini pun gak wajar.

Jangan sesekali bermain diranah 2 hal tersebut. Lifestyle dan Kartu Kredit. Karena dua hal tersebut adalah faktor penyebab keuangan anda bermasalah. Ketika penghasilan anda meningkat lantaran pengeluaran uang anda ditingkatkan untuk 2 hal tersebut. Maka tunggulah waktunya saat anda akan terjebak  ke dalam gelombang permasalahan keuangan yang lebih dalam.

 

Lalu yang dikatakan wajar itu seperti apa?

Sebelum saya menjawab, ada yang perlu anda pahami. Besarnya penghasilan bukan penentu anda adalah orang kaya. Orang kaya dilihat bukan dari penghasilannya yang besar. Akan tetapi dilihat dari seberapa banyak dia mempunyai asset.

Coba anda lihat kabar berita orang terkaya di indonesia bahkan didunia. Alat ukurnya apakah penghasilannya? Tidak! Alat ukurnya adalah total asset yang  dimiliki.

Nah, berarti yang dikatakan wajar adalah ketika pengeluarannya didistribusikan untuk investasi pembelian asset. Khusus untuk keluarga muslim harus dibarengi dengan meningkatnya pengeluaran uang untuk zakat dan sedekah.

Jika penghasilan anda meningkat lalu pengeluaran anda meningkat untuk kebutuhan investasi dan sedekah, Inilah yang dikatakan wajar. Wajar dalam artian anda dapat mengembangkan penghasilan anda menjadi asset. Itulah cara yang dilakukan oleh orang-orang kaya.

Sekarang anda sudah paham kan Bagaimana anda seharusnya mendistribusikan penghasilan anda? Nah, dalam artikel saya kali ini, Saya akan memberikan standar persentase distribusi penghasilan anda. Berapapun  penghasilan anda. Maka persentasenya ya ini. Jadi kalau sewaktu-waktu anda mendapatkan penghasilan lebih tinggi dari sebelumnya, Anda gak usah bingung kemana uang anda akan didistribusikan. Dengan standar persentase ini akan membantu anda untuk disiplin dalam mendistribusikan penghasilan anda.

Berikut persentase distribusi penghasilan anda setiap bulannya

Zakat dan Sedekah Minimal 10%

Hutang Maksimal 30%

Investasi & Tabungan Minimal 10%

Kebutuhan Hidup Saat Ini 50% (sisa dari zakat, sedekah, bayar hutang, investasi)

 

Jika anda tidak punya hutang atau hutang anda sudah lunas, Maka alokasi 30% nya bisa ditambahkan untuk pos investasi dan pos sedekah. Pos kebutuhan hidup saat ini juga bisa ditambahkan sesuai dengan kebutuhan. Kalaupun anda harus berhutang, berhutanglah untuk kebutuhan produktif. Hutang yang bisa menambah income dan asset anda. Janganlah anda berhutang jika hutang tersebut malah akan menggerus uang dan asset anda. Inilah yang disebut dengan hutang konsumtif atau hutang buruk.,

Berapapun penghasilan anda persentasenya ya ini. Yang saya jelaskan diatas.

Yuuukks Praktek!

 

 

 

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *